Oleh:Chairil Anwar
Ketika duduk di setasiun bis, di gerbong kereta api, di ruang tunggu
praktek dokter anak, di balai desa, kulihat orang-orang di
sekitarku duduk membaca buku, dan aku bertanya
di negri mana gerangan aku beradda
ketika berjalan sepanjang gang antara rak-rak panjang, di perpustakaan
yang mengandung ratusan ribu buku dan cahaya lampunya
terang-benderang, kulihat anak-anak muda dan anak-anak tua
sibuk membaca dan menuliskan catatan dan aku bertanya di
negri mana gerangan sekarang aku berasal
ketika bertandang di sebuah toko, warna-warni produk yang dipajang
terbentang, orang-orang memborong barang itu dan mereka
berdiri beraturan di tempat pembayaran, dan aku
bertanya di toko buku negeri mana gerangan aku sekarang
ketika singgah di sebuah rumah, kulihat ada anak kecil bertanya
tentang kupu-kupu pada mamanya, dan mamanya tak bisa
menjawab keingintahuan putrinya, kemudian katanya
“tunggu mama buka ensiklopedia dulu , yang tahu tentang
kupu-kupu,” dan aku bertanya di rumah di negeri mana
gerangan aku sekarang
agaknya inilah yang kita rindukan bersama, di stasiun bis dan ruang
tunggu kereta api negeri ini buku dibaca, di perpustakaan
perguruan, kota, dan desa buku dibaca, di tempat penjualan
buku laris dibeli, dan ensiklopedia yang terpajang di ruang
tamu tidak berselimut debu karena memang dibaca
Rabu, 11 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar